Jual Suplemen Kulit dan Kesehatan | SMS/WA : 082240386555

Mulai Melestarikan Lingkungan Dengan 3 Cara Gampang Ini


Merawat dan mempercantik diri menghabiskan banyak produk dan otomatis bisa menumpuk sampah dari sisa-sisa penggunaan kosmetik. Misalnya sebut saja dari mulai sabun mandi, pasta gigi, shampoo, bahkan hingga kebersihan rumah juga menyisakan sampah plastik yang membutuhkan waktu lama untuk terurai. Belum lagi jika ternyata masih ada orang yang buang sampah sembarangan, akan bagaimana planet yang kita tinggali ini jika sudah terlalu banyak sampah berserakan. Agar kita tetap cantik berselaras dengan alam, kita bisa memulai gerakan Go Green dengan menerapkan tiga kebiasaan baru ini yang sekaligus bantu kita berhemat.

Baca juga: Kenapa Wajah Keriput di Usia Muda

Shampoo Bar



Mungkin kita berpikir bahwa sabun cair terkesan lebih higienis ketimbang sabun batang, karena kita hanya mengeluarkan isi produk sesuai takaran kebutuhan lalu sisanya tetap aman di dalam botol tidak terkontaminasi bakteri. Tapi tahukah kamu, bahwa merebaknya penggunaan sabun cair dan shampoo ternyata memicu sampah botol plastik. Sama halnya dengan kita membeli sabun cair dan shampoo kemasan refill atau sachet, kita juga ikut menambah sampah plastik.

Kini saatnya untuk kembali ke sabun batang yang umumnya dikemas dengan kertas yang lebih mudah terurai. Jika takut terkontaminasi bakteri, berikan masing-masing satu buah sabun untuk tiap anggota penghuni rumah. Apabila disimpan dengan baik, sabun batang juga sama bagusnya dengan sabun cair, lebih bagus lagi kalau kamu rutin membersihkan tempat penyimpanan. Bahkan sekarang sudah ada shampoo berbentuk batangan sehingga kamu bisa menghemat pengeluaran. Walaupun belum begitu tersebar di tiap toko, kamu sudah bisa mendapatkannya secara online.

Tas Belanja Eco-Friendly



Sampah kedua yang terus menerus bertumpuk adalah kantong kresek. Kamu pasti sering kedapatan kantong kresek setiap kali membeli sesuatu, entah itu kebutuhan rumah tangga atau makanan. Pemerintah sempat mengeluarkan aturan untuk membeli kantong kresek seharga Rp 200 per lembar di tempat-tempat perbelanjaan, tetapi karena masyarakat tidak jera, akhirnya dihadirkan kantong kresek yang lebih mudah terurai. Walaupun konsepnya bagus tetapi kresek tetaplah kresek, akan mencemari rumah kalau dibiarkan bertumpuk.

Mari beralih ke tas belanja eco-friendly yang bisa dipakai berulang kali. Umumnya terbuat dari material spunbond dan kanvas, bisa dilipat menjadi kecil agar mudah dibawa-bawa. Selain itu juga tersedia warna-warna yang membuatmu keliatan lebih modis! Dengan membawa sendiri tas belanja eco-friendly maka kamu juga turut serta menyelamatkan Bumi dari sampah plastik.

Reusable Drink Cup



Pada saat kita membeli kopi, biasanya akan dikemas dalam paper cup (gelas kertas). Selain mempengaruhi cita rasa minuman, ternyata pembuatan paper cup ini menghabiskan banyak pohon. Akibatnya jika semakin banyak paper cup digunakan maka pepohonan sebagai paru-paru dunia akan semakin melemah. Saat ini cafe-cafe ternama sudah mengkampanyekan reusable cup, dimana pembeli akan mendapat diskon pembelian cup dan tumbler yang bisa dipakai berulang kali ketika membeli kopi. Ini dimaksudkan untuk mengurangi sampah paper cup. Walaupun paper cup lebih mudah terurai ketimbang plastic cup, tetapi jika dalam proses pembuatannya saja menghabiskan banyak pohon maka terkesan sama buruknya terhadap lingkungan.

Ini yang saya pelajari ketika memulai bisnis kuliner dengan berjualan Thai tea. Dalam sehari saya membersihkan banyak sampah plastik bekas minuman, lalu saya berpikir bagaimana mengurangi jumlah sampah. Cara yang bisa dicoba adalah memajang reusable cup atau bisa juga botol-botol minuman dengan motif menarik. Kemasan yang sudah terpakai bisa dicuci dan dipakai berulang-ulang oleh pembeli, mengurangi sampah plastik, juga menambah profit penjual.

6 Responses to "Mulai Melestarikan Lingkungan Dengan 3 Cara Gampang Ini"

  1. Saya juga lagi mikir keras nih, mba untuk mengurangi penggunaan sampah kertas dan plastik. Penggunaan sabun batang dan shampo batang bisa jadi pilihan nih.

    BalasHapus
  2. Sebetulnya kemasan botolnya lebih lama menyimpan kewangiannya, tapi sayangnya masyarakat malas mengisi refill.
    Udah habis, tinggal buang botolnya.
    Jadinya bikin sampah plastik makin numpuk.

    Semoga masyarakat luas jadi tersadar setelah baca post ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, Mas Himawan, dengan kemasan botol wangi sabun jadi lebih terjaga. Ada yang malas beli refill, ada juga yang tetap beli refill namun tetap menyisakan sampah plastik. Saya senang jika lingkungan bersih dari sampah :)

      Hapus

Terimakasih sudah berkunjung :-)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah artikel

wa